• Lima Dewa - Prolog



    Prolog
    Dibalik berjalannya waktu dan sistemisasi dunia,terdapat Dewa yang mengatur semuanya.Umat manusia menyebutnya Penguasa Dunia,terdapat lima Dewa di dunia ini yaitu Dewa Air,Dewa Angin,Dewa Bumi,Dewa Matahari,dan Dewa Petir yang memimpin keempat Dewa tersebut.
    Suatu hari dikala kesibukan mereka mengatur dunia,Sang Pemimpin yang merupakan julukan Dewa Petir,merasa bosan dengan kesibukanNya yang telah dikerjakan selama milyaran tahun tersebut.

    "Hei kalian..." kata Sang Pemimpin.

    " Ada apa pimpinan ?" sahut Dewa Matahari.

    "Apa kalian tidak merasa bosan dengan melakukan hal yang sama setiap harinya ?" tanya Dewa Petir sambil menghela napas.

    "Kita sudah melakukan pekerjaan ini selama milyaran tahun dan kau baru menanyakannya sekarang ?" balas Dewa Angin.

    "Mengapa engkau bertanya seperti itu pimpinan ?" tanya Dewa Air.

    Dengan wajah lesu Dewa Petir mengatakan bahwa Dia merasa bosan dengan keseharian yang mereka lakukan selama ini.

    "Aku ingin menghilangkan rasa bosan ini meski hanya sedikit" keluhNya lagi.
    Dewa Matahari pun bertanya "Apa yang harus kita lakukan ?".

    Keempat Dewa berpikir keras untuk menjawab pertanyaan tersebut.Berbagai jawaban terlontar dari masing-masing Dewa,kemudian Dewa Bumi menyahut,
    "Bagaimana kalau kita turun ke bumi saja ?" ucapNya dengan santai.

    Keempat Dewa memasang ekspresi terkejut karena tidak menyangka ide tersebut akan muncul

    "Kenapa kau tidak menyarankannya sejak awal Bumi !" jawab Dewa Petir dengan ekspresi senang.

    "Jadi kapan kita akan turun ke bumi ini ?!" sahut Dewa Matahari dengan antusias tinggi.

    "Terserah kalian,akan tetapi ada syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum itu !" jawab Dewa Bumi dengan tegas.

    Dewa Petir merasa heran karena harus ada syarat yang harus dipenuhi
    "Padahal kita adalah Dewa,bukankah kita adalah Sang Penguasa di Dunia ini ?Memang apa syaratnya ?" tanyaNya dengan penasaran.

    "Justru karena kita adalah Dewa,kalau kita turun ke bumi dan meninggalkan tugas kita,lantas siapa yang akan mengurus dunia ini ??" jawab Dewa Bumi dengan nada kesal.

    "Ehh... Memang dunia tidak bisa berjalan dengan otomatis ya??" tanya Dewa Petir dengan ekspresi bodohNya.

    "Tentu saja tidak bisalah !!!!" teriak Dewa Bumi.

    Mereka pun memikirkan siapa yang akan menjadi Dewa Pengganti untuk sementara waktu selama Kelima Dewa berada di bumi.

    "Bagaimana jika manusia saja yang menggantikan tugas kita ?" tanya Dewa Air.

    "Itu mustahil !Manusia berada di tingkatan yang berbeda dengan kita,jadi mereka tidak akan bisa !" balas Dewa Bumi.

    "Kalau begitu bagaimana kalau kita memberikan 1% kekuatan kita ? Sesuai dengan aturan yang telah kita buat dahulu kala ?" seru Dewa Angin.

    "Betul juga,untuk menjadikan mereka Dewa maka setidaknya kita harus memberikan 1% kekuatan kita kepada mereka" kata Dewa Air sambil memegang dagu.

    Lagi-lagi dengan bodohnya Dewa Petir menyahut "Memang ada ya peraturan seperti itu ?" tanyaNya.

    "Tentu saja ada lah !! kan kita dulu yang membuatnya dasar Pemimpin tidak berguna !" teriak Dewa Angin.

    "Jika kita telah memilih pengganti kita,dengan begitu kita bisa merasuk kedalam tubuh mereka sebagai ganti rohnya yang terangkat ke langit dan menjadi Dewa Pengganti" begitulah pernyataan Dewa Bumi.

    Setelah mereka memilih manusia yang akan dijadikan sebagai Dewa Pengganti,mereka pun melakukan berbagai ritual.Mulai dari ritual "Pengangkatan" untuk mengeluarkan roh manusia tanpa harus membunuhnya,lalu ritual "Pemindahan" untuk memberikan 1% kekuatan Dewa kepada masing-masing roh,kemudian dilanjut dengan ritual "Penobatan" untuk menjadikan para roh sebagai Dewa Pengganti,dan yang terakhir adalah ritual "Turunnya Cahaya" mereka menyatukan kekuatan mereka dan turun ke bumi lalu memasuki tubuh kosong milik Dewa Pengganti.

    Peristiwa tersebut terjadi di tengah malam ketika beberapa kerajaan sedang melakukan Perayaan Hiasi Malam dengan Harapan.Saat ribuan lampion menghiasi langit malam penuh bintang,tiba-tiba umat manusia dikejutkan oleh cahaya yang bersinar terang turun dari langit di lima titik yang berbeda.Mereka yang menyaksikan peristiwa tersebut seketika berdoa membuat harapan ke langit malam.

    Akan tetapi,dibalik indahnya malam tersebut terdapat kesalahan dalam ritual Turunnya Cahaya.Mereka turun diwaktu yang berbeda dengan para manusia yang menjadi Dewa Pengganti.Turunnya mereka 500 tahun lebih awal dari seharusnya.Karena kesalahan mereka tersebut Kelima Dewa pun tertidur tanpa mereka sadari sampai waktunya tiba hingga mereka akan masuk kedalam tubuh manusia yang telah direncanakan.

    Selain cahaya yang turun dilima titik,terdapat percikan cahaya yang bertebaran karena kelima cahaya besar tersebut.Malam itu benar-benar malam terindah yang pernah ada,dan membuat perubahan besar pada kehidupan manusia.Itulah malam yang menjadi awal mula Sihir menjadi kekuatan yang dimiliki oleh setiap manusia yang terkena percikan cahaya tersebut.

    Sihir yang dikuasai pun berbeda-beda.Tergantung wilayah yang berada didekat kelima cahaya tersebut.Karena pada awalnya Kelima cahaya itu adalah Kelima Dewa yang sedang turun ke bumi.Jadi saat Dewa Matahari turun ke bagian wilayah Kerajaan Timur,maka manusia yang terkena percikan cahaya tersebut akan menguasai sihir Api.
    Begitu pula Dewa Bumi yang turun di wilayah Kerajaan Barat membuat warga yang terkena percikan cahaya menguasai sihir Tanah
    Lalu Dewa Angin yang turun di wilayah Kerajaan Selatan membuat warganya menguasai sihir Angin
    Kemudian Dewa Air yang turun di wilayah Kerajaan Utara membuat warganya menguasai sihir Air
    Dan Dewa Petir yang turun di wilayah Kerajaan Pusat membuat warganya menguasai sihir Listrik

    Pada mulanya setiap manusia hanya menguasai satu jenis sihir saja,tetapi setelah mereka melakukan pernikahan sesama penyihir yang menguasai jenis sihir berbeda,maka keturunan yang dihasilkan akan mempunyai kapasitas untuk menguasai dua jenis sihir yang berbeda sesuai jenis sihir orang tuanya.

    Setelah ratusan tahun berlalu banyak manusia mempunyai kapasitas kelima jenis sihir,dan banyak dari mereka yang mampu menguasai 3 jenis sihir yang berbeda.
    Selain itu,setelah ratusan tahun berlalu wilayah yang terkena percikan cahaya tersebut mengalami perubahan sedikit demi sedikit.

    Wilayah Kerajaan Timur yang tanahnya beracun dan berbau tidak sedap berubah menjadi tanah subur yang dapat ditanami berbagai macam tumbuhan dan dijadikan lahan pertanian.

    Wilayah Kerajaan Barat yang merupakan wilayah pegunungan dan bebatuan padas berubah menjadi wilayah yang subur dan cocok untuk digunakan sebagai perkebunan kayu untuk barang-barang keperluan sehari-hari.

    Wilayah Kerajaan Selatan yang daerahnya sebagian gurun pasir berubah menjadi padang rumput yang luas,warga menggunakannya sebagai sumber pakan ternak mereka sehari-hari.

    Wilayah Kerajaan Utara yang dekat dengan lautan dimana laut mereka hanya dihuni sedikit ikan berubah menjadi lautan yang sangat banyak jenis ikan sehingga mata pencaharian masyarakat berfokus pada ekosistem laut.

    Wilayah Kerajaan Pusat yang berada ditengah-tengah keempat kerajaan lainnya,pada awalnya merupakan kerajaan termiskin karena tidak memiliki sumber daya alam yang mencukupi.Akan tetapi kerajaan tersebut berubah menjadi wilayah perdagangan antar empat kerajaan yang lainnya.Roda perekonomian terus berjalan membuat warga yang tinggal disana menjadi pengusaha sukses,selain itu infrastruktur Kerajaan Pusat lebih maju dan memiliki pemandangan kota yang indah terutama diwaktu senja tiba.

    Pada jaman ini dimana ratusan tahun telah berlalu,umat manusia menjadikan peristiwa pada malam tersebut sebagai malam yang bersejarah dan setiap tahunnya dilakukan perayaan pada malam tersebut.

    Mereka menjuluki malam tersebut dengan nama Lima Cahaya Dewa.
  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Hai ^^ Saya Mas Kriting Salam Kenal ^^
Diberdayakan oleh Blogger.