Sinopsis : Suatu hari dikala hari menjemput bola, seorang gadis dalam perjalanan pulang usai mengantarkan buku yang telah dipesan menjumpai anak kecil yang tengah menangisi dirinya sendiri, terpisah dari genggaman ibunya. Gadis itu mencoba untuk bersimpati padanya dengan mengajaknya berkeliling berharap akan dipertemukan anak itu dengan ibunya. Namun, itu saja tidak cukup untuk menghentikan linangan air matanya yang mengucur deras. Gadis itu pun memiliki ide yang mungkin saja ampuh. Ia mulai bercerita tentang kisah seorang pria tua yang ingin terus bersama dengan kelima ciptaannya.
Kisah dimulai dari pria tua yang sudah tak akan bertahan lama lagi di dunia. Lantas ia melakukan sebuah percobaan dengan mentransfusikan seluruh ingatan yang tersimpan di memorinya ke sebuah kepala buatan. Percobaan itu berhasil dilakukan. Namun, dirinya yang kunjung sadarkan diri membuat kelima ciptaannya yang waktu itu berada di bumi merasa khawatir dan menjemputnya di sebuah planet yang bernama Shelter. Terkejut mereka dibuatnya melihat seperangkat kerangka manusia tertidur di meja operasi. Tanpa ada daging yang membalutnya dan organ di dalamnya.
Mereka pun jatuh ke dalam keputusasaan. Terlebih kakak tertua mereka yang memutuskan kembali ke bumi dan berniat untuk menghancurkannya. Ia beranggapan kalau bumi lah yang patut disalahkan atas semuanya. Jikalau tuannya tidak ingin pergi ke bumi, setidaknya mereka masih bisa berada di sampingnya saat sabit kematian mencabutnya. Keempat saudarinya berusaha melawan keinginan haram Sang Kakak Tertua itu demi menjaga sesuatu yang ingin tuannya jaga.
Empat lawan satu. Kekalahan telak harus diterima olehnya. Salah satu dari mereka memutuskan untuk mengamputasi tubuh Sang Kakak menjadi lima bagian terpisah yang disegel dan disembunyikan di tempat yang hanya ia ketahui sendiri. Ratusan tahun berlalu. Seorang pemuda misterius tiba-tiba muncul di bawah pohon suci.
Kisah dimulai dari pria tua yang sudah tak akan bertahan lama lagi di dunia. Lantas ia melakukan sebuah percobaan dengan mentransfusikan seluruh ingatan yang tersimpan di memorinya ke sebuah kepala buatan. Percobaan itu berhasil dilakukan. Namun, dirinya yang kunjung sadarkan diri membuat kelima ciptaannya yang waktu itu berada di bumi merasa khawatir dan menjemputnya di sebuah planet yang bernama Shelter. Terkejut mereka dibuatnya melihat seperangkat kerangka manusia tertidur di meja operasi. Tanpa ada daging yang membalutnya dan organ di dalamnya.
Mereka pun jatuh ke dalam keputusasaan. Terlebih kakak tertua mereka yang memutuskan kembali ke bumi dan berniat untuk menghancurkannya. Ia beranggapan kalau bumi lah yang patut disalahkan atas semuanya. Jikalau tuannya tidak ingin pergi ke bumi, setidaknya mereka masih bisa berada di sampingnya saat sabit kematian mencabutnya. Keempat saudarinya berusaha melawan keinginan haram Sang Kakak Tertua itu demi menjaga sesuatu yang ingin tuannya jaga.
Empat lawan satu. Kekalahan telak harus diterima olehnya. Salah satu dari mereka memutuskan untuk mengamputasi tubuh Sang Kakak menjadi lima bagian terpisah yang disegel dan disembunyikan di tempat yang hanya ia ketahui sendiri. Ratusan tahun berlalu. Seorang pemuda misterius tiba-tiba muncul di bawah pohon suci.
BAB 1 - King
BAB 2 - Knight
BAB 3 - Rook
BAB 4 - Bishop
BAB 5 - Queen

Tidak ada komentar:
Posting Komentar