• Lima Dewa - Bagian 1


    Kehidupan Baru Dimulai !

    Di pagi hari yang tenang dirumah sederhana terdengar suara yang samar-samar

    "Deniisss...bangun !! Sudah pagi !!!" seorang lelaki pun terbangun dari tidurnya.

    "Deniss !!! Sarapannya sudah siap cepat bangunn !! Nanti terlambat ke sekolah loh !!" lagi-lagi suara tersebut terdengar kembali.

    Lelaki tersebut pun bangun dalam kondisi masih mengantuk dan turun ke lantai satu untuk segera menyantap sarapan.

    "Haduhh.. Kamu ini ya susah sekali dibangunin ... Dari tadi diteriakin gak bangun-bangun !!" gerutu perempuan tersebut.

    Denis pun segera menyantap sarapan yang telah dihidangkan di meja makan,masakan yang dibuat oleh perempuan itu adalah telur goreng dengan roti dan segelas air putih.

    Seusai sarapan Denis kembali lagi ke kamarnya untuk berganti baju.Akan tetapi saat ia sedang bercermin dia terkejut dan berteriak dengan suara yang cukup keras
    "Aaaaaa !!!" teriakannya pun membuat perempuan tadi merasa kesal dan membalas teriakan Denis

    "Berisiiikkk !!! Cepat berangkat sanaa !!"
    Akhirnya Sang Dewa Petir yang telah lama tertidur itu pun mulai menyadari bahwa diriNya sekarang telah berada didalam tubuh manusia yang telah Dia pilih ratusan tahun yang lalu.

    Dia pun segera mengganti pakaianNya dan turun ke lantai satu.Dengan perlahan-lahan menuruni tangga Dia penasaran dengan siapakah sosok perempuan yang telah membangunkan dan menyiapkan sarapan untukNya itu.

    Dewa Petir mengintip perempuan tersebut yang sedang mencuci piring di dapur seorang diri.Mengetahui Denis yang sedang mengintip,perempuan tersebut meneriaki Denis "Apa yang sedang kau lakukan ? Cepat berangkat ke sekolah atau ibu akan melemparimu piring ini !".

    " Ahh... Jadi kau ya yang disebut oleh manusia sebagai ibu.. Hehe" kata Denis dengan cengengesan.

    Sang Ibu kebingungan karena perkataanNya barusan,selain itu Denis yang biasanya selalu bangun pagi dan tidak pernah terlambat ke sekolah malah bangun kesiangan.

    "Kalau begitu aku berangkat ke sekolah dulu iii..." belum selesai pamitan Ibu Denis langsung menanyainya "Denis ! Apa kau akan berangkat ke sekolah dengan pakaian itu ?" serunya.

    "Tentu saja Ibu,memang kenapa ? Apa ada yang salah ?" tanyaNya polos."Itu baju tidur Denis !! Berhentilah bercanda dan segera ganti pakaianmu itu !!" teriak Ibu Denis dengan kesal.

    Sang Dewa Petir itupun langsung berlari ke kamar dan mencari pakaian yang dimaksud di dalam lemari pakaian."Hmmm... Yang mana yaa seragam sekolah itu ??"gumamNya.

    Dia menghabiskan waktu yang cukup lama hanya untuk mencari manakah pakaian yang digunakan untuk ke sekolah.Akhirnya Dia memutuskan untuk mengenakan pakaian yang terlihat berbeda sendiri dengan model menarik yang berwarna abu-abu tua untuk baju dan warna hitam untuk celananya.

    "Aku berangkat bu !"

    "Hati-hati dijalan Denis,jangan bikin ulah lagi !" jawab Ibu Denis.

    Sesaat setelah keluar dari rumah Dewa Petir berlari dengan penuh semangat karena tidak sabar ingin merasakan bagaimana rasanya bersekolah,tetapi Dia berhenti begitu saja di depan sebuah warung buah-buahan.

    Srreeekkk !!! "Et tet tet tunggu dulu... Sekolahannya memang dimana ??" gumamNya.

    Dia menyesal karena lupa tidak menanyakan sekolahannya dimana kepada Ibu tadi.

    "Permisi pak,bapak tahu saya sekolah dimana ?" tanyaNya kepada penjual buah di warung buah tersebut.Penjual buah tersebut heran bagaimana bisa seseorang yang memakai seragam sekolah tapi tidak tahu sekolahnya dimana ?

    Dewa Petir hanya bisa tersenyum dengan ekspresi bingung layaknya orang tersesat saat itu.

    "Kau bersekolah di Akademi Sihir Kerajaan Kota Jaya bukan ?kalau begitu tinggal lurus saja sampai diperempatan lalu belok ke kanan setelah itu ada pertigaan kau belok ke kiri lalu luruuss saja sampai ada bangunan tua kau belok ke kiri maka kau akan sampai"

    Karena penjelasannya yang begitu panjang Dewa Petir sama sekali tidak mengerti dengan arahan dari penjual buah tersebut.
    Saat mereka berdua masih ribut masalah arah jalan ke sekolah,lewatlah dua orang pemuda yang juga mengenakan seragam Akademi Sihir Kota Jaya.Penjual buah menyarankan agar Denis mengikuti saja dua siswa yang tengah asyik berbincang itu.

    "Bagaimana dengan latihanmu bersama kakak kelas kemarin ?apakah berjalan lancar ?" tanya salah satu siswa kepada temannya.

    "Huwaa... Melelahkan sekali kemarin itu ! Kakak kelas benar-benar tidak mau memberi keringanan padaku sama sekali,bahkan sampai sekarangkan pun badanku masih terasa pegal" keluhnya.

    Temannya hanya membalas dengan tertawa mengejek.
    Dewa Petir terus mengikuti mereka semenjak dari warung buah tadi.Mereka terus melanjutkan perjalanannya hingga mereka berbelok ke sebuah gang kecil dan berhenti
    "Oi kau yang dibelakang ! Cepatlah keluar !" seru siswa berkacamata itu.

    Dewa Petir pun keluar dan menunjukkan diriNya "Ehh...Maaf ada perlu apa ya denganku ?" tanya Dewa Petir.

    "Bukankah aku yang seharusnya bertanya padamu ! Mengapa kau dari tadi mengikuti kami ? Apa kau mau menantang kami ?" tanya siswa itu dengan wajah serius.

    Dewa Petir yang merasa kebingungan tidak tau harus menjawab apa karena sedikit takut dengan tatapan tajam siswa tersebut.Saat akan menjelaskannya tiba-tiba teman dari siswa itu menyerang dari atas bangunan

    "Sihir Tanah,teknik pengunci tubuh !"
    Tangan dan kaki Dewa Petir langsung terperangkap oleh tanah yang berbentuk tangan dari bawah kakiNya.

    " Tu..tu..tunggu sebentar !! Aa.. Apa yang kau lakukann ?!!" tanya Dewa Petir dengan wajah ketakutan.

    "Loh loh loh ?? Bukannya kau si pecundang dari tahun kedua kelas Ular ?" ejek siswa berpenampilan seperti gengster itu.

    Siswa berkacamata sama sekali tak mengenali siapa si Denis itu "Ahh kau ini memang buruk sekali ya dalam menghafal nama orang Satria!" kata teman si kacamata.

    "Ohh.. jadi dia anak yang suka memukul setiap orang yang sedang menembak perempuan (itu) gas ?" tanya Satria.

    Bagas mengiyakan pertanyaan Satria bahwa Denis selalu memukul siswa yang sedang menyatakan cintanya kepada seorang perempuan yang disukai oleh Denis.Tentu saja Dewa Petir sama sekali tidak mengerti dengan maksud dari pembicaraan mereka berdua.

    Tak berselang lama seorang gadis cantik berambut panjang bewarna pirang datang
    "Apa yang sedang kalian lakukan ?" tanya si gadis cantik.

    Dewa Petir benar-benar terdiam ketika melihat gadis cantik tersebut berjalan mendekat.

    "Tuh lihat... Pujaan hatinya datang untuk menyelamatkan Sang Pangeran" ujar Bagas sambil menahan tawa.

    "Daripada kalian melakukan hal tidak berguna seperti ini bukankah lebih baik kalian segera pergi ke sekolah ?" protes gadis itu.

    Satria lantas mengajak Bagas pergi menjauh dan melanjutkan pergi ke sekolah dan si gadis pirang itu juga ikut meninggalkan Denis lalu memintaNya untuk berangkat ke sekolah juga.

    "Terimakasih telah menyelamatkanku" kata Dewa Petir.

    Gadis itu terdiam sebentar dan berjalan lagi dengan langkah yang lebih cepat.Karena Dewa Petir masih tidak mengetahui arah ke sekolah,Dia akhirnya mengikuti si gadis pirang tersebut.
    Sesampai di depan gerbang Akademi Sihir,Dia terperangah melihat betapa megahnya bangunan Akademi Sihir itu
    "Besaaarrr sekaliii !!" teriakNya.

    Ia pun masuk ke dalam akademi dengan dercak kagum.Matanya tersihir oleh ornamen-ornamen kuno dan corak unik yang terukir di dinding sepanjang lorong.Banyak siswa yang berdiri di sepanjang lorong sedang mengobrol.Kemudian ada dua siswa yang berlari dari kejauhan mengarah kepada Dewa Petir

    "Oiiiiii Denisssss !!!" teriak mereka.

    Dewa Petir yang tidak mengenal satupun siswa disana tentu saja langsung berlari sekencang mungkin ketika mereka berlari kearahNya.

    "Deeniissss !! Tungguuu !!!" dua siswa tersebut masih saja mengejar Dewa Petir yang berada di dalam tubuh Denis.

    Dewa Petir berbelok ke arah sebuah ruangan dan bersembunyi disana.Mereka berdua yang sedang mengejarNya terus saja berlari lurus dan kehilangan jejak Denis.Setelah merasa aman Dewa Petir keluar ruangan

    "Kyaaa~... !! Ada siswa yang mau mengintip !!" teriak seorang siswi yang masuk keruangan tersebut.

    Ternyata ruangan yang dimasuki oleh Dewa Petir adalah ruang ganti perempuan,tapi karena tak tahu apa-apa Dewa Petir langsung berlari keluar ruangan

    "Haduuhh..ada apa dengan mereka ini ?? Dari tadi aku kena sial terus !" keluhNya kepada umat manusia.

    Bunyi lonceng terdengar sebagai tanda bahwa setiap siswa harus segera memasuki ruang kelas masing-masing.Dewa Petir yang tidak tahu dimana ruang kelas si Denis mencoba masuk ke setiap ruang kelas yang Ia kunjungi.

    "Apa ini ruang kelasku ?" begitulah pertanyaan yang terlontar dariNya setiap memasuki ruang kelas.
    Jawaban dari siswa di setiap kelas hanyalah tidak,bukan,dan ada apa dengan pecundang satu ini ? Saat tengah berjalan di lorong Dewa Petir teringat akan perkataan siswa yang mengerjaiNya tadi pagi

    "Ohh .. Bukannya dia ini si pecundang dari tahun kedua kelas ular ?" begitulah ingatNya.

    Dewa Petir kembali menyusuri lorong mencari kelas yang bernama Kelas Ular.
    "Hmm.. Apa ini ya ?" gumamNya dalam hati.

    Ia pun memasuki kelas yang berada di paling ujung lorong
    "Permisi..apa ini ruang kelas Ular ?" tanyaNya kepada guru yang sedang mengajar.

    "Apa yang sedang kau lakukan ?! Cepat duduk di bangkumu sana !" teriak guru tersebut.

    Suara tawa siswa lain terdengar keras melihat tingkah bodohNya.Dewa Petir berjalan ke bagian belakang untuk duduk di kursi kosong tersebut.

    sreekkk.. !!! Ada seseorang yang menggeser pintu.

    Masuklah seorang perempuan anggun tampak dewasa kedalam kelas
    "Maaf pak,saya datang terlambat karena ada keperluan yang harus saya selesaikan tadi" ucapnya dengan sedikit membungkukkan badan.

    Dia ternyata juga siswi di akademi itu dan merupakan siswi kelas ular juga.Ketika ia berjalan semua pandangan siswa laki-laki tertuju padanya,mungkin mereka terpesona oleh keanggunannya.
    Tanpa disadari siswi berambut biru itu sudah duduk di bangku belakang sendiri disebelah bangku Dewa Petir.
    Dewa Petir yang tampak gelisah karena ada perempuan cantik duduk bersebelahan denganNya hanya bisa tertunduk malu.

    "Selamat Pagi" sapanya pada Denis dengan senyuman hangatnya.

    "Se..selamat pagi" balas Dewa Petir dengan suara lirih.

    Siswa laki-laki sekelas menatap tajam Denis dengan rasa iri karena Denis yang duduk bersebelahan dengan siswi tersebut,terlebih lagi Denis yang biasanya cuek kepada siswi itu tiba-tiba menjawab sapaannya dengan malu-malu tidak seperti biasanya.

    "Oii tenanglah kita sedang dalam pelajaran !" teriak pak guru berwajah garang itu.Pelajaran pun dilanjutkan.

    Teng.. Teng.. Teng..

    Lonceng berbunyi menandakan waktunya istirahat telah tiba.Banyak siswa yang ke kantin untuk makan siang bersama teman-temannya.Dewa Petir yang belum terbiasa hanya bisa diam di bangkunya.

    Darrr !!! "Deniss !!" dua siswa yang tadi pagi mengejar datang menemuiNya lagi.

    Dewa Petir yang sudah terlambat untuk pergi hanya bisa memasang raut pucat diwajahNya

    "Hei ayo kita makan siang ! Apa kau tak merasa lapar kawan ?" tanyanya penuh semangat.

    kruk kruk...

    Perut kosong Denis berbunyi "Tuh kan kau lapar bukan ! Ayo ayo kita ke kantin mencari makan seperti biasanya" ajaknya.

    Siswa lain yang berada dikelas menatap dengan pandangan jijik kepada dua orang yang berada disamping Denis

    "Lagi-lagi Trio Kucing akan mencari makanan di kantin".

    Dewa Petir terpaksa mengikuti mereka ke kantin karena perut laparnya sudah tak bisa ditoleransi.Disaat berjalan menuju kantin

    "Anu... Kalian ini siapa ?" tanyaNya dengan heran.

    "Hahaha... Apa kepalamu habis terbentur ? Atau kau masih belum puas dengan mimpimu semalam atau kau menjadi lupa ingatan karena habis diserang alien ?" candanya.

    "Tidak,aku serius" Dewa Petir menatap wajah mereka dengan tatapan datar.
    "Ohh.. Ayolah kawan !! Kita ini teman yang selalu bersama dalam keadaan suka dan duka bukan ? Ah.. Terkecuali saat di toilet !"

    Siswa berambut jambul itu memberitahukan namanya "Aku adalah Soni ! Penyihir paling hebat di dunia yang akan menaklukan setiap hati perempuan yang aku temui".

    Dari penjelasannya sudah terlihat bahwa dia orang yang jelas-jelas berpikiran mesum.

    "Aku adalah Raja Iblis yang akan menguasai dunia dengan sihirku !" seru siswa satunya.

    "Ah ngomong-ngomong namaku adalah Prima,yah.. meskipun kau sudah tahu sih" imbuhnya.

    Setiba di kantin terdengar suara khas sendok yang bersentuhan dengan piring.Banyak siswa yang sedang makan siang di kantin akademi

    "Wahh ramai seperti biasanya yaa,ayo kita berburu makanan !" ujar soni.

    Mereka pun menghampiri meja kosong yang baru saja digunakan untuk makan beberapa siswa.Tanpa pikir panjang Soni dan Prima langsung memakan makanan sisa yang ada di piring

    "A..a apa yang kalian lakukan ?" tanya Dewa Petir terheran.

    Dengan santai Soni menjawab "Bukankah kita tidak memilik uang yang cukup untuk membeli makanan bukan ? Maka dari itu kita makan makanan sisa di kantin setiap harinya" tandasnya.

    Dewa Petir kebingungan dengan kata "kita" yang dikatakan oleh soni

    "Itu berarti Denis juga melakukannya setiap hari ??? Bersama mereka ?? GumamNya dalam hati.

    Dewa Petir enggan untuk makan makanan sisa itu dan meninggalkan mereka berdua
    "Meskipun aku bodoh tapi aku ini Dewa ! Pemimpin para Dewa ! Dan aku harus makan makanan sisa seperti itu ?? Yang benar saja.." gerutuNya.

    Dewa Petir merasa lebih baik Dia kelaparan seharian daripada harus melakukan hal seperti itu.
    Dewa Petir berjalan menuju ke tempat duduk yang ada di taman,kemudian ada seorang siswi yang lewat didepanNya.Dia melihat ada sebungkus roti yang terjatuh didepanNya

    "Oiii kau menjatuhkan rotimu ..." seruNya.
    Tapi siswi tersebut tak menghiraukannya dan terus berjalan menjauh.

    "Ada apa dengannya itu ?dia tak menoleh saat aku panggil" ujarnya heran.

    Kruuukk krukk~~

    PerutNya berbunyi lagi.

    Dewa Petir berpikir ingin memakan roti tersebut,tapi dia enggan karena itu bukanlah milikNya.Akan tetapi rasa lapar sudah diujung tanduk,Dewa Petir pun membuka bungkus roti lalu memakannya.
    "Hmmm enaakkk !!" teriakNya.

    Dia terus melanjutkan makannya dan menghabiskannya.
    Dewa Petir tiba-tiba teringat "Eh ?? Bukannya perempuan yang lewat tadi adalah perempuan berambut pirang yang menyelamatkanku tadi pagi ?"

    Dewa Petir berlari mencari perempuan berambut pirang tadi dengan niat untuk meminta maaf karena telah memakan bungkusan rotinya yang terjatuh, hingga akhirnya lariNya terhenti oleh kerumunan siswa di lorong dekat ruang kelas Elang
    "Aku mohon jadianlah denganku !" itulah suara yang terdengar olehNya.

    Dewa Petir berusaha untuk masuk kedalam kerumunan itu dan melihat seorang siswa yang sedang menyatakan cinta kepada perempuan berambut pirang tadi.

    "Maaf aku tidak ingin jadian dengan siapapun saat ini" kata si rambut pirang dengan tegas.

    Peristiwa ini adalah hal yang sudah biasa terjadi menurut salah satu siswa.

    "Itu berarti sudah berulangkali Denis memukul siswa yang sedang menyatakan cintanya ? Denis kau sudah keterlaluannn..." kataNya dalam hati.

    Siswa tersebut bertanya kepada si rambut pirang mengapa kau tidak mau jadian denganku ? Si rambut pirang hanya menjawab karena memang tidak ingin saja,apa perlu alasan lain untuk itu ? Salah satu siswi berteriak.

    "Tentu saja kau ditolak olehnya,kan dia hanya menyukai si pecundang Denis" pernyataan itu langsung disambut gelak tawa oleh para siswa.

    Si rambut pirang yang merasa risih akhirnya pergi dari sana

    "Tunggu dulu ! Aku mohon jadianlah denganku !!" siswa itu memegang tangan si rambut pirang dan masih berusaha menyatakan cintanya.

    "Sihir Angin-Hempasan Angin !" si rambut pirang menggunakan sihirnya dan menghempaskan siswa tersebut.

    Tentu saja hal itu membuat kerumunan siswa menjadi geram padanya,mereka mencaci maki si rambut pirang dengan kata-kata dasar perempuan tidak tahu diri !
    Itu hal yang wajar mengingat sudah berulangkali dia menolak jadian dengan laki-laki yang menembaknya.
    Siswa yang terhempas tadi merasa marah karena kelakuan si rambut pirang dan menggunakan sihirnya

    "Sihir Api-Kobaran Api !"
    Dengan cepat kobaran api mengarah ke si rambut pirang.

    "Sihir Air-Perisai Air !"
    Si rambut pirang terselamatkan oleh perisai air yang melindunginya.

    Sihir air tersebut dikeluarkan oleh siswi berambut biru yang duduk disamping Denis dikelas !

    "Bisakah kalian menghentikan pertikaian lucu ini ?!" pinta si rambut biru dengan santai.

    Si rambut pirang langsung saja pergi tanpa sepatah kata pun dan si rambut biru menasehati siswa yang menyatakan cintanya tadi.Dewa Petir hanya bisa melihat saja tanpa berbuat apa-apa sama sekali.

    "Yoo Denis apa yang kau lakukan disini ?" soni datang dari belakang

    "Anuu.. Aku tadi bermaksud ingin mengejar gadis cantik berambut pirang,tapi terhenti karena kerumunan ini" ucapNya.

    "Perempuan berambut pirang ? Maksudmu Sherly ya ?"
    Denis mengangguk

    "Ehh.. Jadi namanya Sherly ya"

    Setelah itu si rambut biru meminta agar kerumunan siswa segera bubar dan menyuruh mereka untuk bersiap kembali ke kelas karena bel masuk akan segera berbunyi.

    "Son.. Mengapa mereka mau mengikuti perintah dari si rambut biru ?".
    Soni kemudian menjelaskan bahwa di akademi ini terdapat siswa khusus.Hanya terdapat lima penyihir dari siswa laki-laki dan perempuan saja yang terpilih,kami menyebutnya Lima Kesatria Penyihir.

    "Si rambut biru yang kau maksud itu adalah Sania,dia merupakan bagian dari kelompok tersebut,bahkan Sherly juga termasuk didalamnya" imbuh Soni.

    "Itu berarti siswa yang tergabung dalam kelompok tersebut adalah siswa yang terkuat di akademi ini ?" tanya Denis.

    Soni membenarkan pertanyaan Denis,maka dari itulah siswa lain sangat menghormati anggota kelompok tersebut.

    Teng...Teng..Teng...

    Dentingan lonceng telah berbunyi
    Dewa Petir segera kembali ke kelasnya dan berpisah dengan Soni,selain itu Dia juga belum sempat untuk meminta maaf kepada Sherly soal roti yang dimakanNya saat istirahat tadi.

    Selama pelajaran berlangsung Dewa Petir hanya membayangkan sekuat apakah ke sepuluh siswa yang tergabung dalam Lima Kesatria Penyihir itu,mengingat Dia adalah Sang Pimpinan para Dewa.

    Sepulang sekolah Dewa Petir berdiri di depan gerbang akademi menunggu Sherly keluar.

    "Fiuhh Lama sekali ya Sherly" tak lama kemudian Sherly keluar dan Dewa Petir memanggil namanya

    "Sherly !!"

    "Ada urusan apa denganku pecundang ?" tanyanya pada Denis.

    "Anuu.. Aku hanya ingin meminta maaf karena sudah memakan bungkusan roti yang terjatuh saat istirahat tadi,aku sungguh minta maaf !" ucapNya dengan rasa bersalah.

    Sembari berjalan Sherly mengelak bahwa dia menjatuhkan bungkusan roti,bahkan dia mengatakan tidak bertemu dengan Denis sewaktu istirahat.

    Akan tetapi Dewa Petir sangatlah yakin bahwa roti tersebut milik Sherly dan sekali lagi Dewa Petir mengucapkan terimakasih padanya.

    Sherly tetap saja berjalan tanpa menghiraukanNya dengan pipi memerah.
    Susana senja di Kota Jaya memanglah sangat indah sekali.Lampu-lampu rumah dan kedai di pinggir jalan mulai menyala menemani perjalanan pulang Dewa Petir ke rumah Denis.

    Seusai berganti baju Dewa Petir turun untuk menyantap makan malam yang telah dibuat oleh Ibunya Denis.Menu kali ini hanyalah roti saja,mengingat keluarganya Denis sangatlah miskin.Bisa tinggal dirumah milik pamannya Denis yang sudah meninggal saja merupakan sebuah keajaiban bagi Ibunya dikala sang Ibu hanya bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga di kediaman keluarga bangsawan Starwitch.

    Malam itu Dewa Petir ingin kembali ke langit karena bagiNya selama seharian itu sudah cukup untuk menghilangkan kebosananNya.Dia pun beranjak ke tempat tidur dengan harapan saat terbangun nanti Dia sudah berada di langit.

    Akan tetapi keesokan paginya saat Dia membuka mata,Dia masih berada didalam tubuh Denis.
  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Hai ^^ Saya Mas Kriting Salam Kenal ^^
Diberdayakan oleh Blogger.