• Lima Dewa - Bagian 2


    Siswa Terkuat ?

    Pagi yang cerah datang menyambut seperti kemarin.Iya seperti kemarin,dimana Dewa Petir berada didalam tubuh Denis dan sekarang pun masih berada didalamnya.

    Harapan semalam pupus begitu saja karena Dewa Petir tak bisa kembali ke langit karena alasan yang masih belum diketahui.Dengan terpaksa Dia harus melakukan rutinitas Denis seperti kemarin sampai Dia bisa meninggalkan tubuh Denis.

    Seperti kemarin Dewa Petir berangkat sekolah sendirian.Ditengah perjalanan Soni berlari menghampiri Denis.

    "Oii...Deniss !!"
    Napasnya terengah-engah setelah lari sekencang itu

    "Ada apa ? Pagi-pagi sudah berisik saja ?!" keluh Denis.

    "Eh ?? Bukannya kita memang selalu berisik seperti ini ?" jawabnya dengan tersenyum.

    Mereka berdua melanjutkan perjalanannya ke akademi.Sesampainya di akademi mereka sudah disuguhi oleh pemandangan yang sama seperti saat istirahat kemarin.

    Kali ini seorang siswa berpenampilan Cool yang sedang menyatakan cintanya kepada Sherly.

    "Ho..ho.. Kali ini Iwan ya yang menembak " Prima datang menghampiri mereka berdua.

    Prima mengatakan bahwa Iwan merupakan salah satu calon anggota Lima Kesatria Penyihir,sayangnya saat pertandingan penentuan minggu lalu dia dikalahkan oleh Fredi secara telak.

    Iwan merupakan pengguna sihir tanah yang lumayan kuat,tapi mau bagaimana lagi dia dikalahkan dengan begitu mudahnya oleh Fredi yang merupakan pengguna sihir Angin dan Listrik.

    "Mengapa kau menolak setiap ada siswa yang mengajakmu jadian ?" Iwan bertanya dengan nada kesal.

    Sherly hanya mengatakan bahwa dia memang tidak ingin jadian dengan siapapun,meskipun begitu masih saja ada siswa yang mengajaknya jadian dan itu membuat Sherly juga merasa kesal karena dia sangat terganggu karena hal itu.

    "Apakah karena aku ini lemah ? Apakah karena aku bukan anggota Lima Kesatria Penyihir ?" teriaknya dengan penuh amarah.

    Dia ingin membuktikan bahwa dia bukanlah orang yang lemah

    "Sihir Tanah-Serpihan Batu Bumi !" keluarlah sihir yang Iwan gunakan dengan Sherly sebagai targetnya.

    Akan tetapi sihir tersebut dipatahkan oleh sihir listrik dengan cepatnya,membuat serpihan batu tadi hancur !

    Semua pandangan siswa tertuju pada seorang laki-laki yang berdiri didepan pintu masuk akademi.

    "Apa yang kau lakukan ? Siswa biasa tidak boleh menggunakan sihir diluar jam pelajaran" ujarnya.

    Laki-laki bertubuh tinggi itu berjalan mendekati Sherly dan memintanya untuk pergi dari situ.

    "Gawat nih pemimpin Five Knight datang..." begitulah kata Soni.

    Dewa Petir kemudian bertanya kepada Prima mengenai identitas siswa tersebut.Dia menjelaskan bahwa siswa tersebut bernama Alex,dialah pemimpin dari kelompok Lima Kesatria Penyihir ! Bisa dibilang dialah siswa terkuat di akademi ini.

    Alex berjalan kearah Iwan
    "Ikut aku ke ruang kepala sekolah !" Perintahnya.

    Iwan tentu saja menolak,karena rasa jengkelnya yang masih tersisa Iwan justru menyerang Alex menggunakan sihirnya

    "Sihir Api-Elang Api !" sihir api yang berwujud elang langsung mengarah kepada Alex.

    Tapi lagi-lagi dengan begitu mudahnya dihalau olehnya,kali ini Alex menggunakan sihir airnya yang berbentuk perisai,sama dengan yang digunakan Sania saat melindungi Sherly kemarin.

    Didalam akademi itu hanya dewan guru dan anggota Five Knight Witch saja yang boleh menggunakan sihir dengan bebas asalkan tidak untuk bermain-main.

    Alex membalasnya dengan sihir listriknya
    "Sihir Listrik-Bola Listrik !"

    Iwan berusaha menghalau bola listrik tersebut namun gagal dan akhirnya terkena sengatan listrik bertegangan tinggi itu.Tubuhnya menjadi hitam gosong seperti orang yang tersambar petir,namun dia masih hidup,hanya tidak sadarkan diri saja.

    Sherly yang masih berada disitu hanya bisa memalingkan pandangannya saja karena tidak tega melihatnya.

    Semua siswa tahu bahwa lelaki berambut perak tersebut terkenal akan ketegasannya dan kekuatanya yang melebihi siswa lainnya.

    Setelah itu Alex meminta asistennya untuk menyeret paksa Iwan ke ruang kepala sekolah

    "Apa-apaan ini !?"

    Melihat kondisi Iwan yang tak berdaya,Dewa Petir merasa kesal atau lebih tepatnya tidak terima dengan perlakuan Alex kepada Iwan.

    "Oii kau rambut perak sialan ! Berhenti !" suasana hening seketika dan semua pandangan tertuju pada satu siswa yaitu Denis.

    Soni dan Prima yang ketakutan bersembunyi dibelakang Dewa Petir

    "Oi oi oi apa yang kau lakukan Deniss !! Dia itu Lightning Witch lohh !!"

    Dewa Petir yang tidak peduli mendekat dan meminta agar Iwan dilepaskan.

    "Siapa dia ?" tanya Alex kepada Jack asistennya.

    "Kalau tidak salah dia adalah siswa tahun kedua,dia dijuluki si pecundang karena tidak bisa mengendalikan sihir apinya dengan baik" jelasnya.

    Alex bertanya apa maunya Denis kepada dirinya

    "Sudah kubilang bukan !! lepaskan dia !" teriak Dewa Petir memaksa.

    Alex mendekat ke hadapan Dewa Petir dan berkata "Kau siapanya dia ? Kalau bukan siapa-siapanya lebih baik tidak usah ikut campur pecundang !".

    Dewa Petir marah dan memukul wajah Alex dengan cukup keras.Semua siswa terkejut dengan tindakan yang dilakukan Denis secara tiba-tiba dihadapan banyak siswa.Dengan spontan Alex membalas pukulanNya dengan sihirnya

    "Sihir Listrik-Pukulan Listrik Mematikan !" pukulan tersebut mengenai perut Dewa Petir dan membuatNya tersengat dan terpental jauh hingga sampai ke halaman depan akademi.

    Sherly yang merasa kasihan kepada Denis meminta Alex untuk tidak melanjutkannya lagi dan segera pergi dari situ.Permintaan itu dituruti oleh Alex dan mereka pergi tanpa membawa Iwan bersamanya.

    "Menakutkan.."
    "Itulah akibatnya jika berurusan dengan Lightning Witch !" ujar beberapa siswa dengan ekspresi sedikit takut.

    Soni dan Prima bergegas menolong Denis yang tergeletak tak sadarkan diri lalu membawanya ke ruang kesehatan.Disana mereka mendapati Sania yang sedang duduk membaca buku sejarah sihir

    "Oi Sania dimana perawatnya ?" tanya Soni cemas.

    Sania mengatakan kalau Ibu perawat masih belum datang.Seketika dia terkejut melihat Denis yang tak sadarkan diri itu dan meminta mereka untuk menidurkanNya di atas kasur.

    "Apa yang telah terjadi pada Denis ?" tanya Sania dengan panik.

    Soni menjelaskan bahwa Denis berusaha melawan Alex karena Dia tidak terima saat Alex menyerang Iwan dengan berlebihan dan menyeret Iwan.

    Sania langsung bergegas memberikan pertolongan pertama dengan menggunakan sihirnya

    "Sihir Air-Air Penyembuh !"

    Tak lama kemudian datanglah dua orang siswa yang sedang membopong Iwan masuk kedalam ruangan

    "Oii Sania bisakah kau menyembuhkan Iwan juga ?" pinta temannya.

    Kondisi Iwan lebih parah daripada Denis,lantas Sania meminta mereka berempat untuk segera mencari Perawat Mary kalau perlu tunggu juga didepan gerbang akademi.Mereka bergegas keluar dan berpencar mencarinya.

    Prima yang sedang menunggu di pintu gerbang mendapati Perawat Mary yang baru saja tiba

    "Perawat Mary... Saya mohon segera ke ruang kesehatan sekarang juga !! Denis dan Iwan terluka cukup parah !!" pintanya dengan tergesa-gesa.

    Perawat Mary yang tidak tahu apa-apa bergegas menuju ruang kesehatan ditemani oleh Prima

    "Sania ?? Apa yang terjadi ?" tanya Bu Mary dengan panik ketika melihat tubuh Iwan yang gosong.

    "Ini semua terjadi karena mereka berdua menyerang Kak Alex barusan" terang Sania.

    Bu Mary dengan sigap langsung menggunakan sihir penyembuhnya kepada Iwan dan meminta Sania untuk fokus menyembuhkan Denis.

    Soni dan dua teman Iwan telah kembali ke ruang kesehatan dan menanyakan kondisi masing-masing temannya itu.Bu Mary mengatakan kalau mereka akan ditangani semaksimal mungkin,lalu dia meminta untuk jangan mengkhawatirkan mereka berdua.

    Teng... Teng... Teng..
    Bel masuk telah berbunyi

    "Kalian berempat masuklah ke kelas,biar kami berdua yang akan merawat mereka" perintah Bu Mary.

    Sania meminta tolong kepada Soni untuk pergi ke ruang kelasnya meminta ijin bahwa dia berada di ruang kesehatan sedang merawat Denis yang terluka.Setelah itu mereka pergi melakukan tugasnya dan masuk ke ruang kelasnya masing-masing.

    Beberapa saat kemudian Bu Mary meminta Sania untuk berhenti memberikan pertolongan pertama pada Denis

    "Bukalah baju Denis dan segera olesi perutnya dengan salep lalu perban kemudian !" perintahnya pada Sania.

    Tanpa segan dan malu Sania langsung membuka baju Denis dan mengambil salep yang ada di lemari obat.Tubuh Denis terlihat dengan jelas dengan perutNya yang Six Pack itu.Sania lalu mengoleskan salep ke perutNya yang terluka tadi dan segera memerbannya.

    Selepas itu Sania juga diminta untuk mengoleskan salep kepada Iwan dan memerbannya.

    "Cepat sekali Bu Mary !"
    "Sebagian besar luka bakarnya sudah mulai menghilang" ucap Sania kagum.

    Bu Mary dulunya merupakan perawat di Pasukan Penyihir Kerajaan,akan tetapi dia keluar karena tak tahan harus mengobati para penyihir yang terluka parah,bahkan sampai ada yang tewas sebelum dia melakukan pertolongan.Tentu karena pengalamannya itu Bu Mary menjadi sangat ahli dalam dunia medis.

    "Akhirnya selesai !" ucap Bu Mary menghela napas panjang.

    Bu Mary meminta Sania agar masuk ke ruang kelas untuk menerima pembelajaran seperti biasa,namun Sania menolak karena ingin tetap disana menemani Denis.

    "Kalau begitu Ibu mau laporan dulu ke Kepala Sekolah mengenai insiden tadi" katanya sambil beranjak keluar ruangan.

    "Oh iya satu hal lagi..."
    "Kau jangan apa-apakan Denis loh yaa.. Masih ada Iwan disitu" sindir Bu Mary di depan pintu ruangan.

    Saat itu Sania benar-benar menemani Denis dengan duduk disampingnya.

    *Flashback 10 Tahun yang Lalu

    Saat itu Kerajaan Pusat sedang dalam masa krisisnya.Itu terjadi karena perang antara Kerajaan Pusat dengan Kerajaan Barat.

    Waktu itu ayahnya Denis sedang berkunjung ke kediaman keluarga Night Witch untuk diminta menjadi salah satu agen dari mereka.

    "Akhirnya datang juga kau... Fire Witch" ujar pria berpenampilan serba hitam tersebut.

    "Kau yang memintaku datang kesini,akan sangat tidak sopan bila aku tidak memenuhinya... Ghost Witch" balas Ayahnya Denis.

    Pria berpenampilan serba hitam itu adalah Ayahnya Sania yang merupakan seorang bangsawan dan memiliki jabatan sebagai Pemimpin Pasukan Penyihir Dunia Bawah.Perlu diketahui bahwa tugas dari Penyihir Dunia Bawah ialah berkecimpung dengan kejahatan yang harus berhadapan dengan penyihir yang dapat membahayakan kerajaan.

    "Lalu... Apa yang kau mau dariku ?" tanya Ayahnya Denis.

    "Tidak perlu terburu-buru seperti itu Smith,santai saja" kata pria berjuluk hantu penyihir itu.

    Ayahnya Denis tahu betul dengan sikap dan karakter pria bernama Erick tersebut.Dia tipikal orang yang licik dan cerdik,maka dari itu ia dipercaya untuk mengurusi Dunia Bawah.

    Tanpa perlu basa-basi lagi Erick meminta bantuan kepada Smith untuk bekerja di Dunia Bawah dibawah pengawasannya.Smith tentu saja menolak karena tugasnya pasti akan sangat membahayakan nyawanya,selain itu dia juga sudah bekerja untuk keluarga Star Witch.

    Perlu diketahui bahwa selama belasan tahun ini Kerajaan terbagi menjadi dua fraksi yaitu fraksi Star Witch yang dipimpin oleh ayah angkatnya Sherly dan Night witch yang dipimpin oleh Erick.

    Fraksi Star Witch yang mengurus dunia bagian atas,sedangkan Night Witch yang mengurus dunia bagian bawah.Hal inilah yang membuat kedua fraksi selalu bertengkar karena perbedaan sudut pandang dan pekerjaan yang dilakukan.Jika yang satu melakukan pekerjaan kotor dan yang satunya melakukan pekerjaan bersih dan tidak terlalu berbahaya.

    "Jika aku bergabung,tugas apa yang harus aku lakukan ?" tanya Smith.

    "Mudah saja,bunuh penyihir yang mempunyai Percikan Cahaya didalam tubuhnya dan serahkan kepadaku" jelasnya.

    Smith mengelak berpura-pura tidak tahu apa maksud dari perkataan Erick.

    "Tidak perlu berpura-pura tidak tahu Smith.. Kau tahu kan tentang Percikan Cahaya ?" tanyanya lagi.

    Smith yang sudah terpojok tidak bisa mengelak lagi bahwa dia tahu tentang hal tersebut.

    "Apa yang akan kau lakukan dengan itu ?" tanya Smith dengan rasa curiga.

    "Aku kan menanamkannya pada beberapa kesatri penyihir kerajaan agar mereka bertambah kuat dan bisa memenangkan peperangan ini" ujarnya.

    Smith tidak mau melakukan pekerjaan seperti itu dan melangkah keluar ruangan

    "Jika tidak mau,aku akan membunuh putramu dan mengambil kelima Percikan Cahaya yang ada didalam tubuhnya" ancam Erick.

    Smith terkejut mengetahui Erick tahu bahwa didalam tubuh Denis terdapat 5 Percikan Cahaya yang sudah diwariskan secara turun-temurun itu.Dengan sangat berat hati dia menerima tugas itu dan segera menjalankannya.

    Saat dia keluar ruangan bertemulah ia dengan gadis cantik yang sedang bermain boneka di ruang tamu.Dialah Sania yang masih berusia 6 tahun seumuran dengan Denis.

    Setiap selesai membunuh penyihir yang diincar,Smith selalu berkunjung ke kediaman Night Witch untuk menyerahkan Percikan Cahaya yang telah ia dapatkan.Sejak itulah Smith bertemu dengan Sania dan selalu mengajaknya bermain bersama di ruang tamu sebelum pulang ke rumah.

    Smith menceritakan puteranya yang bernama Denis kepada Sania dan kesehariannya saat berada di rumah.Hal itu berlangsung selama satu tahun dengan diakhirinya peperangan yang dimenangkan oleh Kerajaan Pusat.

    Kemenangan itu bisa diperoleh karena kerja keras Smith mengumpulkan banyak Percikan Cahaya yang kemudian ditanamkan ke beberapa kesatria untuk berperang.

    Tak lama kemudian saat Smith sedang melakukan tugas kotornya,dia tertangkap oleh Pasukan Penyihir Kerajaan yang sedang mengepungnya.Ia dituduh telah membunuh banyak penyihir tak berdosa demi kesenangannya semata.

    Hal yang paling ditakutkan Smith terjadi,dia diadili dan dihukum mati beberapa hari setelah persidangan.Tak satupun Fraksi yang membelanya saat itu,bahkan fraksi Star Witch juga tidak membelanya karena kekecewaan mereka kepada tindakan yang dilakukan Smith.

    Semua ini adalah perbuatan Erick yang telah menjebaknya,tapi ia tak punya bukti dan saksi satupun untuk pembelaan.Pada malam hari menjelang satu hari sebelum eksekusi,Smith berhasil melarikan diri dan pulang ke rumah.

    Ia menemui istrinya dan berpesan agar berhati-hati kepada fraksi Night Witch karena merekalah dalang dibalik semua ini.Ia juga berpesan agar selalu menjaga Denis setiap saat dan jangan biarkan Denis berhubungan dengan fraksi Night Witch.

    Tiba-tiba si kecil Denis keluar dari kamarnya

    "Ayah ?? Kau kah itu ??" ujarnya sambil mengucek mata.

    "Denis dengarkan baik-baik perkataan Ayah ini ! Jadilah seorang penyihir yang kuat !! Lalu lindungilah setiap orang yang lemah !! Terutama Ibumu !! Dan juga saat kau sudah besar nanti.. Ayah ingin agar kau melindungi seorang perempuan dari keluarga Night Witch !! Lindungilah dia meski kau harus mempertaruhkan nyawamu !! Karena dia adalah anak yang baik" itulah pesan terkahir Smith kepada Denis.

    Setelah menyampaikan pesan terkahirnya dia sempat mengatakan kepada istrinya bahwa malam ini dia mungkin akan terbunuh,ia pun lekas pergi meninggalkan rumah.

    "Sayangku... !!!" sang istri hanya bisa berteriak dan menangis didepan rumahnya.

    *Back to This Time

    Teng... Teng... Teng...
    Bel istirahat berbunyi

    Dewa Petir terbangun dari tidurnya

    "A..a... Kau..." lirihnya.

    "Sudah bangun ya.. Bagaimana keadaanmu ? Apa perutmu masih terasa sakit ?" tanya Sania.

    "Ehmm sudah tidak apa-apa"
    "Ini dimana ?" tanyaNya.

    Sania memberitahu bahwa mereka sedang berada diruang kesehatan.Dewa Petir yang sudah merasa baikan bangun dari tempat tidur dan melihat Iwan juga berada disana

    "Bagaimana kondisi Iwan ?" tanyaNya.

    "Tidak ada yang perlu dicemaskan,tadi Bu Mary sudah menyembuhkan luka-lukanya"
    "Dia hanya butuh istirahat yang cukup untuk memulihkan kekuatannya" imbuhnya.

    Dewa Petir berterimakasih kepada Sania karena telah merawatnya tadi,bahkan sampai menemaninya sampai Ia tersadar.

    Dilain sisi Sherly yang mencemaskan keadaan Denis selama jam pelajaran,segera ke kantin untuk membeli roti dengan maksud akan diberikan kepada denis.Akan tetapi saat ia akan memberikannya di ruang kesehatan ia melihat Denis yang sedang mengobrol dengan Sania,bahkan Dia tersenyum dan tertawa saat itu.

    Sherly mengurungkan niatnya dan berjalan menuju ke taman,dia duduk di kursi panjang tempat Denis kemarin bersandar.Sherly yang juga merasa lapar kembali ke ruang kelasnya untuk mengambil bekal makanannya dan ingin ia makan di kursi taman.Ia meninggalkan rotinya karena berpikir akan segera kembali lagi.

    *Di ruang kesehatan

    Dewa Petir saat itu merasa lapar dan ingin pergi ke kantin untuk membeli makanan.

    "Tidak perlu repot-repot,aku yang akan membelikannya untukmu" kata Sania.

    Dewa Petir menolak tawarannya dan tetap ingin pergi ke kantin

    "Padahal Dia tidak punya uang tapi kenapa Dia tetap bersikukuh ingin ke kantin ?"
    "Apa jangan-jangan Dia ingin makan makanan sisa lagi dengan temannya ?" pikirnya.

    Sesampai di kantin Dewa Petir tak menjumpai Soni dan Prima,selain itu Dia juga baru sadar kalau Dia tidak punya uang,tentu saja itu bisa terjadi mengingat Dewa Petir itu ceroboh dan sedikit bodoh.

    Ia kembali ke ruang kesehatan untuk menemui Sania,tapi sayang ia sudah tak ada disana.Dengan pasrah Dia berjalan menuju ke kursi taman tempatnya Ia beristirahat kemarin.

    "Bungkusan apa ini ?" Ia lalu membukanya.
    "Huwaaa ternyata roti !!!" serunya.

    Tanpa pikir panjang Ia langsung memakannya,meskipun Dia sempat bertanya dalam hati roti milik siapa ini,tapi karena tidak ada siapa-siapa disana Dia pun memakannya.

    Disaat Dia sedang memakannya,Sherly yang sedang berjalan menuju ke taman langsung bersembunyi ketika melihat Denis sedang memakan roti yang dia beli di kantin tadi

    "A..a...apa yang kulihat ini ?"
    "Di-dia memakan rotiku ?"
    "Tidak mungkin !! Selain itu memang yang sedang makan itu Denis ?" katanya dengan terbata-bata.

    Sherly masih tidak percaya kalau yang memakan roti itu adalah Denis.Ia pun perlahan mendekat dengan sangat berhati-hati agar tidak diketahui olehNya.

    Srek srek !!

    "Eh ??" Denis mendengar suara gesekan langkah kaki.

    "Apa yang sedang kau lakukan ?" tanyaNya dengan roti dimulutNya.

    Sherly beralasan kalau dia sedang mencari barangnya yang mungkin hilang disekitar situ.

    "Sebenarnya yang aku cari adalah yang sedang kau makan sekarang" lirihnya pelan dengan muka memerah.

    Dewa Petir yang melihat Sherly sedang membawa bekal makanan menawarkan untuk makan dikursi tersebut.Sherly yang malu-malu tapi mau kemudian duduk di kursi itu,tapi dia duduk disudut saling berjauhan

    "Kenapa ? Makanlah saja,aku tidak akan meminta kok" ucapNya dengan tersenyum.

    Sherly membuka kotak bekalnya dan mulai memakannya

    "Bagaimana keadaanmu ?" tanyanya dengan pelan.

    "Sudah tidak apa-apa kok,yah.. Meski tadi sempat tak sadarkan diri sih" balasNya dengan memandang ke langit.

    Sherly menawarkan kepada Denis bekalnya yang baru saja satu sendok dia makan.Tapi Dewa Petir menolak karena Dia sudah merasa cukup dengan roti yang baru saja dimakanNya.

    "Bolehkah aku bertanya sesuatu padamu ?" tanya Dewa Petir.

    "Apa ?"

    "Apakah anggota kelompok Five Knight Witch itu sangat kuat ?"
    "Terutama yang bernama Alex itu" tanyaNya lagi.

    Sherly lantas menjelaskan bahwa setiap anggota Five Knight Witch memanglah kuat.Terutama pimpinan Five Knight Witch bagian laki-laki itu sangatlah kuat ! Mungkin itu karena Dia adalah putera tertua dari keluarga Star Witch,selama ini ia selalu mendapatkan pelatihan yang sangat ketat dan keras.

    Selain itu karena tidak serta merta setiap siswa dapat menjadi anggotanya.Mereka harus melalui berbagai tahapan tes untuk bisa menjadi anggota.Dan hanya ada satu siswa saja yang akan menjadi pemenangnya di akhir tes.

    "Kapan akan dilaksanakan lagi tes untuk menjadi anggota ?" tanya Dewa Petir.

    "Tesnya baru selesai minggu lalu bukan ?"
    "Itu berarti enam bulan lagi akan dilaksanakannya" jelasnya.

    Sambil menatap kelangit Dewa Petir berkata Dia ingin segera mengikuti tes tersebut dan menjadi pemenangnya.

    "Yoshhh !! Aku pasti akan memenangkannya dan menjadi anggota Five Knight Witch !!" teriakNya.

    Sherly merasa bingung dengan Denis,padahal Dia langsung gugur pada tes tahapan pertama ! Tapi kali ini Dia masih saja bersemangat ingin memenangkannya.

    Dewa Petir beranjak dari kursi karena ingin kembali ke kelas.

    "Terimakasih untuk rotinya"
    "Itu sangat menolongku" ucapNya saat beranjak pergi.

    Sherly terkejut kalau ternyata Denis tahu bahwa roti yang dimakanNya tadi adalah miliknya.Hanya ada satu kemungkinan yang terpikirkan oleh Sherly bagaimana Denis bisa mengetahuinya,itu karena roti yang ia beli sama seperti dengan roti yang ia belikan kemarin untukNya.

    "Apa ini ? Kenapa aku merasa sangat senang sekali ?"
    "Kenapa jantungku berdegup sangat kencang ?" katanya dengan muka memerah.

    Bel masuk telah berbunyi Sherly berjalan kembali ke kelasnya.Saat sudah di depan kelas Alex memanggilnya

    "Sherly... Malam nanti kita akan makan malam diluar"
    "Ada hal yang harus kita bicarakan" kata Alex dengan wajah serius.

    Malam pun tiba dan Sherly sedang berdandan untuk bersiap makan malam dengan Alex di luar.
  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Hai ^^ Saya Mas Kriting Salam Kenal ^^
Diberdayakan oleh Blogger.