• MEMBENTUK KEPRIBADIAN: KONSELING UNTUK ANAK USIA DINI










    Disusun oleh
    Aris Tri Prasetyo      121811133109

    BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
    FAKULTAS ILMU BUDAYA
    UNIVERSITAS AIRLANGGA
    SURABAYA
    2019
    KATA PENGANTAR



















    DAFTAR ISI

    KATA PENGANTAR i
    BAB I 1
    PENDAHULUAN 1
    1.1 Latar Belakang 1
    1.2 Rumusan Masalah 1
    1.3 Landasan Teori 1
    1.4 Metode Pendekatan 1
    1.5 Tujuan dan Manfaat 1
    BAB II 2
    PEMBAHASAN 2
    2.1 2
    2.2 2
    2.3 2
    BAB III 3
    PENUTUP 3
    3.1 Simpulan 3
    3.2 Kritik dan Saran 3



    BAB I
    PENDAHULUAN
    Latar Belakang
    Manusia bisa berada di dunia bukan sebab menetas dari telur maupun ditemukan berada di dalam timun mas. Melainkan prosesnya seperti alam yang meniupkan angin kencang, kemudian terjadilah mendung dengan membawa hujan dan diakhiri dengan pelangi yang membentang luas memamerkan keindahannya. Manusia terlahir karena adanya proses perkembangbiakan dengan cara yang tidak sederhana dan membutuhkan banyak waktu untuk sampai pada tahap “Dia adalah manusia”. Dibutuhkan berbagai macam kesiapan; fisik, mental, maupun finansial sebagai penunjang sebelum menuju pada proses pembuatan anak, kelahiran anak, dan membesarkan anak.
    Dalam perkembangan setelah bayi terlahir ke dunia, mereka akan tumbuh dan berkembang dengan cepat tanpa disadari oleh orang tuanya dan tak terasa waktu telah berjalan begitu cepat. Baru saja kemarin sore seorang ibu dengan segala usahanya melahirkan anaknya yang hanya bisa menangis kencang, kini rupanya ia sudah pandai berlarian dan merangkai kata sebagai bentuk ungkapan ekspresi diri manusia. Sekilas mungkin itu merupakan kabar gembira bagi tiap orang tua yang mengetahui bahwa mereka telah berhasil memiliki anak dan menyenangkan hati mertua. Padahal tanpa mereka sadari bahwasannya perjalanan dalam mendidik seorang anak tidaklah berhenti pada fase saat ia sudah bisa berlari dan berbicara, melainkan justru pada masa itulah perjalanan yang lebih berat baru dimulai.
    Berbagai macam jenis tantangan mau tidak mau pasti akan dihadapi oleh orang tua. Beragam masalah akan timbul karena ulah sang anak yang semakin aktif bergerak di lingkungan sekitarnya. Semakin ia tumbuh, jangkauan anak dalam melihat, mengamati, dan meniru apa yang dicontohkan oleh lingkungan membuatnya merasa ada banyak hal menarik yang patut untuk dipraktekkan. Semisal seorang anak yang berangkat dari rumah mengucapkan salam, sepulangnya bermain ia mengucapkan kata-kata kotor yang tidak pernah diajarkan oleh orang tuanya. Jangankan diajarkan, bahkan terdapat sepasang orang tua yang merasa tidak pernah mengucapkannya di rumah terkejut mendengar kata yang tabu untuk diucapkan keluar dari mulut anaknya.
    Dari sini bisa dilihat bahwa ternyata seorang anak rupanya tidak hanya mempelajari apa yang mereka dapat dari guru pertama (keluarga), melainkan juga dari lingkungan masyarakat sekitarnya. Terlebih saat mereka sudah memasuki bangku  pendidikan. Mereka akan dipaksa untuk berbaur dengan sesama dan hasilnya adalah akan ada banyak hal baik maupun buruk yang dipelajari oleh mereka dari teman-temannya yang memiliki perbedaan latar belakang. Dengan demikian, orang tua diwajibkan hukumnya untuk senantiasa selalu mengawasi tumbuh kembang anak tanpa mengenal waktu dan tempat. Karena tiap kesalahan yang diperbuat oleh sang buah hati, nama orang tua akan tercatut dengan sendirinya saat orang lain mempersoalkan didikan seperti apa yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya.
    Perlunya tindak pencegahan maupun pengobatan pada anak usia dini dapat menghindarkan anak atau menjauhkan anak dari perbuatan buruk. Mana yang baik untuk dipelajari dan diterapkan dan mana yang buruk untuk tidak dipelajari apalagi sampai diterapkan. Berbagai upaya dilakukan untuk membentuk kepribadian anak yang baik entah itu sesuai ajaran agama ataupun menurut resolusi orang tuanya sendiri. Banyak jalur yang dapat ditempuh oleh orang tua dalam mendidik anaknya, selama tindakan tersebut dirasa ampuh dan tidak berdampak buruk bagi kondisi psikologis sang anak, maka cara-cara tersebut dapat dihalalkan.
    Kendati demikian, cukupkanlah dengan apa yang dilakukan adalah nasehat, edukasi atau semacam bimbingan konseling pada anak. Sebab jika orang tua terlalu dirasa ikut campur dalam segala lini urusan anak, sang anak mungkin bisa saja merasa tidak nyaman dan kemungkinan akan beranggapan bahwa orang tuanya terlalu ikut campur bahkan mengekang dirinya dengan segala tindakan yang orang tuanya lakukan.
    Rumusan Masalah
    Apa problematika yang seringkali dialami oleh anak usia dini? SOPAN SANTUN
    Bagaimana peran orangtua dalam menyelesaikan permasalahan tersebut?
    Landasan Teori
    Sejalan dengan semakin berkembangnya kajian keilmuan maka definisi bimbingan pada saat ini pun ikut berubah walaupun dengan meninggalkan esensinya sebagai proses kegiatan pemberian bantuan (helping relationship). Muro dan Kottman (Nurihsan, 2003) memaparkan bahwa bimbingan yang berkembang saat ini adalah bimbingan perkembangan. Visi bimbingan bersifat edukatif, perkembangan dan outreach. Edukatif karena titik berat layanan bimbingan ditekankan pada pencegahan dan pengembangan, bukannya korektif atau terapeutik, kendati layanan tersebut juga tidak bisa diabaikan. Teknik bimbingan yang dipergunakan meliputi teknik pembelajaran, pertukaran informasi, bermain peran, tutorial, dan konseling.
    Pada definisi lainnya, para ahli turut andil dalam mengartikan bimbingan. Bimbingan sering dikaitkan dengan kata konseling atau penyuluhan yang diadopsi dari Bahasa Inggris “Guidence and Counseling”. Sesuai dengan istilahnya maka bimbingan diartikan secara umum sebagai suatu bantuan. Namun perlu diingat  bahwa tidak setiap bentuk bantuan adalah bimbingan (Ernawulan Syaodih, Mubiar Agustin, 2011). Oleh karena itu, akan dikemukakan pendapat beberapa ahli sesuai dengan sudut pandangnya masing-masing sehingga mendapat gambaran yang komperehensif  tentang bimbingan.
     Sheertzer dan Stone dalam Syaodih (2013), mengartikan bimbingan sebagai “... process of helping an individual to understand himself and his world.”, maksudnya adalah proses berupa pemberian bantuan kepada individu agar mampu untuk memahami diri dan lingkungannya. Kemudian ada Sunaryo dalam Syaodih (2013) mengartikan sebagai “... proses membantu individu untuk mencapai perkembangan yang optimal”. Terakhir ada Natawidjaja dalam Syaodih (2013) yang menjelaskan bahwa bimbingan itu adalah sebuah proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinmbangungan, agar individu-individu tersebut dapat memahami dirinya sehingga dia dapat mengarahkan dirinya dan dapat bertindak secara wajar, sesuai dengan tuntutan dan keadaan lingkungan sekolah, keluarga, masyarakat, dan kehidupan pada umumnya.
    Berdasarkan dari beberapa pengertian menurut ahli mengenai apa itu bimbingan konseling untuk anak usia dini di atas, dapat diartikan sebagai upaya bantuan yang dilakukan guru/pembimbing terhadap anak usia dini agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal serta mampu mengatasi beberapa persoalan yang sedang terjadi.
    Metode Pendekatan

    Tujuan dan Manfaat
    Membantu anak untuk peka terhadap lingkungan sekitarnya
    Menyadarkan pentingnya untuk menyelesaikan suatu permasalahan hingga tuntas

    BAB II
    PEMBAHASAN
    2.1
    2.2
    2.3

    BAB III
    PENUTUP
    3.1 Simpulan
    3.2 Kritik dan Saran

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Hai ^^ Saya Mas Kriting Salam Kenal ^^
Diberdayakan oleh Blogger.